PC IMM Sukoharjo
PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sukoharjo Jawa Tengah

Mar
08

Abstract: Untuk memahami liberalisme, kita perlu mengenal konteks sejarah tumbuh dan berevolusinya paham ini, serta pengaruh dan konfliknya dengan isme-isme yang lain. Dengan segala perubahannya, liberalisme sekarang merupakan paham yang dominan di barat. Kita akan melihat bagaimana pemikiran ini mempengaruhi individu dan pemerintah barat dalam interaksi mereka, terutama di bidang politik dan ekonomi.

1 Batasan Pembahasan
Kata “liberal” berasal dari bahasa Latin yang bisa diartikan kebebasan. Liberalisme sendiri tidak mempunyai batasan definisi khusus, hanya seringkali disebut sebagai ideologi yang mengutamakan kebebasan individu. Prinsip inilah yang selalu dominan dalam setiap evolusi makna istilah liberalisme. Perbedaan pendapat yang utama dalam paham ini adalah peranan negara dalam konteks kebebasan individu tersebut.

Baca entri selengkapnya »

Mar
08

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah lah mereka dikembalikan” (QS Ali Imran 83)
“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS Ali Imran 85)

I. Pengertian Sosialisme

Menurut Merriam-Webster’s Collegiate Dictionary, sosialisme mempunyai arti-arti sebagai berikut:
1.semua teori-teori ekonomi dan politik yang membela kepemilikan (ownership) kolektif atau kepemilikan pemerintah, dan pengaturan dari alat-alat produksi dan distribusi barang.
Baca entri selengkapnya »

Mar
08

Insya Allah bulan Maret ini IMM Sukoharjo akan meresmikan Taman Baca di daerah Makam Haji Sukoharjo. Keberadaan TBM ini merupakan ide kreatif program yang bersifat sustainable. bagaimana mendekatkan gerakan mahasiswa pada masyarakat dengan menjadi bagian dan belajar bersama-sama masyarakat.

Perjalanan intelektual melalui diskusi dan refleksi panjang dengan pelbagai pihak, akhirnya ditemukan satu program yang dapat menurunkan “menara gading” eksklusifitas Gerakan Intelektual sekaligus berusaha setahap-demi setahap melakukan community empowerment.

Keberadaan Taman Baca selain bermanfaat bagi masyarakat baik orang dewasa, pemuda dan anak-anak; juga diharapkan bermanfaat bagi proses intelektualitas kader secara internal.. Amien..

Jan
22

Oleh: A. Qahar Mudzakkir

Indonesia merupakan salah satu negara yang menggunakan demokrasi dalam tata kelola pemerintahannya. Sejarah menunjukkan bahwa perjalanan implementasi demokrasi di Indonesia amatlah beragam. Sejak masa Soekarno hingga Soeharto, demokrasi ditengarai berjalan dengan praktik otoritarian. Setelah reformasi, keran kebebasan komunikasi dan berorganisasi serta gerakan aspirisari rakyat mulai terbuka. Demokrasi memulai babakan baru. Rakyat merasa inilah saatnya untuk mewujudkan identitas bangsa yang tertuang dalam undang-undang dasar. Kesejahteraan dan keadilan bagi semua. Meski demikian, masih terdapat endapan dari sistem sebelumnya yang tetap berjalan. Dalam ruang-ruang pendidikan, sistem ekonomi, praktik politik hingga pandangan mengenai “kesatuan” republik Indonesia. Maka demikianlah korupsi tetap berlaku, penindasan tetap dilakukan dan konflik tetap berjalan. Memakan korban rakyat kecil yang berpartisipasi dalam tata pemerintahan dan suksesi politik yang katanya demokratis ini.

Baca entri selengkapnya »

Jan
22

sumber: http://64.203.71.11/kompas-cetak/0605/03/jateng/35115.htm
Rabu, 03 Mei 2006

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Selasa (2/5), di sejumlah kota di Jawa Tengah berlangsung unjuk rasa. Namun, kegiatan itu berlangsung damai.

Di Kota Solo, aksi berlangsung di perempatan Gladak oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (BEM UNS) Surakarta dan BEM se-Surakarta. Setelah itu dilanjutkan oleh Komite Pendidikan Front Anti Neoliberalisme (KP-FAN) yang terdiri atas Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia Surakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Surakarta, dan IMM Sukoharjo. Mahasiswa hanya menggelar orasi.

Baca entri selengkapnya »

Jan
22

sumber: http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0412/23/daerah/1457136.htm
Kamis, 23 Desember 2004

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Penyelamatan Rakyat Surakarta (FPRS) kemarin siang juga berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Dalam aksinya, mereka juga sempat “membajak” truk tangki milik Pertamina yang biasa digunakan untuk memasok premium.

Aksi diikuti beberapa elemen mahasiswa, antara lain BEM Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukoharjo dan Solo, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sukoharjo, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sukoharjo, serta Partai Rakyat Demokrat (PRD) Solo.

FPRS menilai pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan kebijakan yang memberatkan masyarakat kecil. Selain itu, mereka juga mempertanyakan komitmen pemerintahan SBY untuk menangkap dan menyita harta koruptor.

Puluhan petugas dari Kepolisian Resor Sukoharjo yang mengawal aksi itu membiarkan mahasiswa “menguasai” tangki pengangkut BBM. Namun, pukul 12.00 para mahasiswa memperbolehkan mobil tangki itu melanjutkan perjalanan.

Jan
22

UMS, Koran Pabelan

Senin (11/12/2008), IMM Sukoharjo adakan aksi damai berkaitan dengan Pemilihan Gubernur Jateng 2008 mendatang. Aksi yang diikuti oleh puluhan mahasiswa ini bertepatan dengan hari HAM sedunia yang jatuh Senin (10/12).

img_0260.jpg

Berangkat dari komisariat Muhammad Abduh Gedung A Fakultas Agama Islam (FAI) UMS. Masa bergerak menuju Slamet Riyadi (Depan kampus I UMS) dengan membawa berbagai macam atribut yang berupa tulisan yang berisi sindiran terhadap proses Pilkada. Dalam aksinya, masa memperagakan aksi teatrikal dan pembagian bunga sebagai lambang supremasi HAM harus ditegakkan.

“Aksi ini merupakan seruan moral supaya nanti pihak-pihak yang bermain seperti KPU dan para calon perduli terhadap nilai-nilai HAM. Kekurangan-kekurangan berupa money politik dan tidak adanya kebebasan memilih merupakan tindakan pelanggaran HAM berat,” jelas Eko Boni selaku sekretaris bidang Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sukoharjo (IMM). (Mg_Fitri)